Selamat Datang

Assalamu'alaikum, wr wb.
Silahkan melihat, mempelajari atau mengunduh isi materi artikel dalam blog ini, juga sampaikan tabayyun demi kebaikan bersama, dan jangan lupa do'a buat pemilik blog ini. Semoga bermanfaat, Wassalam.

Rabu, 22 Juni 2011

PERENCANAAN PEMBELAJARAN

PERENCANAAN PEMBELAJARAN
A.    Definisi Perencanaan
Ada beberapa definisi tentang perencanaan yang rumusannya berbeda-beda satu dengan yang lain. Cunningham [1], misalnya mengemukakan bahwa perencanaan adalah menyeleksi dan menghubungkan pengetahuan, fakta, imajinasi, dan asumsi untuk masa yang akan datang dengan tujuan memvisualisasi dan memformulasi hasil yang diinginkan, urutan kegiatan yang diperlukan, dan perilaku dalam batas-batas yang dapat diterima yang akan digunakan dalam penyelesaian. Perencanaan di sini menekankan pada usaha menyeleksi dan menghubungkan sesuatu dengan kepentingan masa yang akan datang serta usaha untuk mencapainya. Apa wujud yang akan datang itu dan bagaimana usaha untuk mencapainya merupakan perencanaan.
Definisi yang kedua mengemukakan bahwa perencanaan adalah hubungan antara apa yang ada sekarang  (what is) dengan bagaimana seharusnya (what should be) yang bertalian dengan kebutuhan, penentuan tujuan, prioritas, program, dan alokasi sumber [2]. Bagaimana seharusnya mengacu pada masa yang akan datang. Perencanaan di sini menekankan kepada usaha mengisi kesenjangan antara keadaan sekarang dengan keadaaan yang akan disesuaikan dengan apa yang dicita-citakan, ialah menghasilkan jarak antara keadaan sekarang dengan keadaan mendatang yang diinginkan.
Sementara itu definisi yang lain tentang perencanaan dirumuskan sangat pendek, perencanaan adalah suatu cara untuk mengantisipasi dan menyeimbangkan perubahan [3]. Dalam definisi ada asumsi bahwa perubahan selalu terjadi. Perubahan lingkungan ini selalu diantisipasi, dan hasil  antisipasi ini dipakai agar perubahan itu berimbang. Artinya perubahan yang terjadi di luar organisasi pengajaran tidak jauh berbeda dengan perubahan yang terjadi pada organisasi itu, dengan harapan agar organisasi tidak mengalami keguncangan. Jadi makna perencanaan di sini adalah usaha mengubah organisasi agar sejalan dengan berubahnya lingungannya. Ketiga definisi di atas memperlihatkan rumusan dan tekanan yang berbeda. Yang satu mencari wujud yang akan datang serta usaha untuk mencapainya, yang lain menghilangkan kesenjangan antara keadaan sekarang dengan keadaan masa mendatang,  dan yang satu lagi mengubah keadaan agar sejalan dengan keadaan lingkungan yang juga berubah-ubah. Meskipun demikian pada hakikatnya ketiganya bermakna sama, yaitu sama-sama ingin mencari dan mencapai wujud yang akan datang, tetapi yang pertama dan kedua tidak dinyatakan tidak secara eksplisit bahwa wujud yang dicari itu akibatnya terjadinya perubahan, termasuk perubahan dalam cita-cita.
Berdasarkan rumusan di atas, dapat dibuat rumusan baru, tentang apa itu perencanaan, perencanaan yakni suatu cara yang memuaskan untuk membuat kegiatan dapat berjalan dengan baik, disertai dengan berbagai langkah yang antisipatif guna memperkecil kesenjangan yang terjadi sehingga kegiatan tersebut mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

B.    Perencanaan Pembelajaran
Pembelajaran atau pengajaran menurut Dageng[4] adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Dalam pengertian ini secara implisit dalam pengajaran terdapat kegiatan memilih, menetapkan, mengembangkan metode untuk mencapai hasil pengajaran yang diinginkan. Pemilihan, penetapan, dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pengajaran yang ada. Kegiataan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran.
Konsep pembelajaran yang dipakai dalam buku ini memiliki maksud yang sama dengan konsep pembelajaran yang telah disusun sebelumnya [5]. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakikat perencanaan atau perancangan (desain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. Itulah sebabnya dalam belajar, siswa tidak hanya berinteraksi dengan guru sebagai  salah satu sumber belajar, tetapi mungkin berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Oleh karena itu, pembelajaran memusatkan perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”, dan bukan pada  “apa yang dipelajari siswa” [6]. Adapun perhatian terhadap apa yang dipelajari siswa merupakan bidang kajian dari kurikulum, yakni mengenai apa isi pembelajaran yang harus dipelajari siswa agar dapat tercapainya tujuan. Pembelajaran lebih menekankan pada bagaimana cara agar tercapai tujuan tersebut. Dalam kaitan ini hal-hal yang tidak bisa dilupakan untuk mencapai tujuan adalah bagaimana cara mengorganisaikan pembelajaran, bagaimana menyampaikan isi pembelajaran dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal.
Pembelajaran yang akan direncanakan memerlukan berbagai teori untuk merencanakannya agar rencana pembelajaran yang disusun benar-benar dapat memenuhi harapan dan tujuan pembelajaran. Untuk itu pembelajaran sebagaimana disebut oleh Degeng [7], Reigeluth [8], sebagai suatu disiplin ilmu menaruh perhatian pada perbaikan kualitas pembelajaran dengan menggunakan teori pembelajaran deskriptif, sedangkan rancangan pembelajaran mendekati tujuan yang sama dengan berpijak pada teori pembelajaran preskriptif.

C.    Dasar Perlunya Perencanaan Pembelajaran
Perlunya perencanaan pembelajaran sebagaimana disebutkan di atas, dimaksudkan agar dapat dicapai pembelajaran. Upaya perbaikan pembelajaran ini dilakukan dengan asumsi sebagai berikut:
1.    Untuk memperbaiki kualitas pembelajaran perlu diawali dengan perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan adanya desain pembelajaran;
2.      Untuk merancang suatu pembelajaran perlu menggunakan pendekatan sistem;
3.      Perencanaan desain pembelajaran diacukan pada bagaimana seseorang belajar;
4.      Untuk merencanakan suatu desain pembelajaran diacukan pada siswa secara perorangan;
5.   Pembelajaran yang digunakan akan bermuara pada ketercapaian tujuan pembelajaran, dalam hal ini akan ada tujuan lanngsung pembelajaran dan tujuan pengiring dari pembelajaran;
6.     Sasaran akhir dari perencanaan desain pembelajaran adalah mudahnya siswa untuk belajar;
7.    Perencanaan pembelajaran harus melibatkan semua varabel pembelajaran;
8.   Inti dari desain pembelajaran yang dibuat adalah penetapan metode pembelajaran yang optimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Note
1.   William G Cunningham, Systematic Planning for Educational Change, First Edition, Mayfield Publishing Company, California, 1982, hlm 4
2.   Arthur W Steller, Curriculum Planning, Fenwick W English, (Editor) Fundamental Curriculum Decicions, ASCD, Virgina hlm. 8
3.      Stephen P. Robbins, The Administrative Process, Second Edition, Prentice-Hall of India Private Limited, new Delhi, 1982, hlm. 128
4.     I Nyoman Sudana Degeng, Buku Pegangan Teknologi Pendidikan, Pusat Antar Universitas untuk Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas instruksional Universitas Terbuka, Depdikbud RI, Dirjen Dikti, Jakarta 1993, hlm. 1
5.      Uno, Hamzah B, Teori Belajar Mengajar dan Pembelajaran, STIKIP Gorontalo, Penerbit Nurul Jannah, 1998
6.     I Nyoman Sudana Degeng, Buku Pegangan Teknologi Pendidikan, Pusat Antar Universitas untuk Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas instruksional Universitas Terbuka, Depdikbud RI, Dirjen Dikti, Jakarta 1993, hlm. 2
7.      Ibid, 1989, hlm. 4
8.  Merril, M.D., Component Display Theory, dalam C.M Reigeluth (Ed) Instructional Design Theories and Models: An Ovweview of Their Current Status, Hillsdale, N.J., Lawrence Erlbaun Associates, 1983, hlm. 279-334.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar